Pemerintah Pusat Siapkan BSU Rp900 Ribu, Distransnaker Kukar Masih Tunggu Kepastian
Kepala Distransnaker
Kukar, Dendy Irwan Fahriza. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah pusat menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) dengan total bantuan mencapai Rp900 ribu bagi pekerja.
Namun, kabar tersebut
belum diterima secara resmi oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja
(Distransnaker) Kutai Kartanegara (Kukar), sehingga daerah masih menunggu
kepastian mengenai pelaksanaan program tersebut.
BSU direncanakan
diberikan selama tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember 2026, dengan besaran
Rp300 ribu per bulan.
Jika terealisasi
sesuai skema tersebut, setiap pekerja yang ditetapkan sebagai penerima akan
mendapatkan total Rp900 ribu.
Program ini menjadi
salah satu langkah pemerintah pusat untuk menjaga daya beli masyarakat.
Informasi mengenai
pekerja dengan penghasilan di bawah Rp10 juta sebagai sasaran juga ikut
beredar.
Namun, besaran
penghasilan tersebut tidak serta-merta membuat pekerja otomatis menjadi
penerima karena tetap ada kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi.
Sementara di Kukar,
rencana BSU tersebut masih sebatas informasi yang beredar.
Kepala Distransnaker
Kukar, Dendy Irwan Fahriza mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi resmi
dari Kementerian Ketenagakerjaan terkait program tersebut.
“Dua tahun yang lalu
memang pernah ada. Kalau untuk tahun ini, kami belum dapat informasi,” ujarnya
saat dihubungi pada Sabtu (3/10/2026).
Karena belum ada
informasi resmi, Distransnaker Kukar juga belum dapat memastikan sasaran maupun
mekanisme pelaksanaan program tersebut di daerah.
Meski begitu, ia
mengatakan pihaknya menyambut baik apabila program tersebut nantinya
benar-benar dikonfirmasi.
Distransnaker Kukar
pun siap berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan, sebagaimana yang
selama ini dilakukan dalam sejumlah program ketenagakerjaan.
“Kalau memang nanti
terkonfirmasi, kami menyambut baik. Pasti kami akan siapkan kolaborasi program
tersebut, seperti halnya program magang, kemudian program pelatihan kompetensi
yang pembiayaannya semuanya bersumber dari Kementerian Tenaga Kerja,” ucapnya.
Selama ini,
Distransnaker Kukar telah bersinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan melalui
sejumlah program.
Di antaranya magang
nasional serta pelatihan kompetensi yang menyasar pekerja yang terdampak
pemutusan hubungan kerja (PHK).
Untuk BSU,
menurutnya, pihaknya masih harus menunggu ketentuan lebih lanjut sebelum
menentukan langkah di daerah.
Jika nantinya
pemerintah pusat memastikan program tersebut berjalan dan melibatkan pemerintah
daerah, Distransnaker Kukar siap membantu proses pendataan sesuai sasaran yang
ditentukan.
“Yang jelas pasti
kami support. Kami akan berkolaborasi untuk menjalankan program tersebut,
termasuk nanti sasaran programnya seperti apa. Kami akan menyiapkan BNBA dan
persyaratannya seperti apa, akan kami koordinasikan nantinya,” jelasnya.
Di sisi lain, kabar
mengenai rencana BSU mendapat sambutan positif dari pekerja.
Salah satunya Arif
Wahyudi, warga Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong yang bekerja di salah
satu perusahaan di bidang otomotif.
Ia bercerita, kondisi
perusahaan tempatnya bekerja saat ini sedang melakukan efisiensi.
Kondisi tersebut
turut berdampak pada penghasilan karyawan, sementara kebutuhan rumah tangga
tetap berjalan seperti biasa.
“Kalau memang ada, ya
syukur alhamdulillah. Lumayan juga buat bantu-bantu, apalagi sekarang ada
kebutuhan bayi. Jadi kalau dapat bantuan seperti itu, ya sangat membantu,”
ujarnya.
Menurutnya, tambahan
bantuan seperti BSU cukup berarti bagi pekerja yang tengah menghadapi
penyesuaian penghasilan.
Apalagi, kata dia,
kebutuhan keluarga tidak berhenti meski pendapatan mengalami perubahan.
Ia berharap kondisi ekonomi bisa segera membaik sehingga perusahaan tempatnya bekerja kembali stabil dan kondisi pendapatan karyawan ikut membaik.
“Mudah-mudahan
ekonomi cepat membaik saja. Perusahaan juga bisa kembali normal, jadi kita
sebagai karyawan nggak terlalu kepikiran soal penghasilan. Kalau memang ada
BSU, ya mudah-mudahan bisa membantu sampai kondisi ekonomi benar-benar
membaik,” tutupnya. (Kriz)